Ringkasan Khotbah

22
Okt 2017
YOSUA 10: 42-43
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Secara garis besar, Yosua 10 menceritakan tentang pertempuran bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua melawan bangsa-bangsa yang menduduki tanah kanaan bagian Selatan, daerah dengan topografi yang tidak mudah yaitu di daerah pegunungan, bukit dan lereng. Bangsa-bangsa yang menduduki tanah kanaan memiliki kondisi fisik seperti raksasa. Ternyata bangsa Israel dapat mengalahkan bangsa-bangsa yang menduduki tanah Kanaan. Mereka bisa menang karena Tuhan, Allah Israel yang berperang untuk orang Israel.

Dari peristiwa tersebut, hikmah apa yang dapat kita pelajari:

1. Allah selalu menepati janji-Nya (Yos.1:3-8). Allah menggenapi janji-Nya setahap demi setahap.Kota demi kota diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel sesuai janji-Nya. Janji Tuhan pada Abraham digenapi ratusan tahun setelah diucapkan. Penggenapannya langkah demi langkah. Janji Abraham diwariskan kepada Ishak, kemudian Israel, lalu Israel dipelihara Tuhan di Mesir selagi Tuhan memberikan kesempatan bertobat kepada Kanaan, tetapi Tuhan telah mengetahui bahwa mereka tidak bertobat tetapi mencapai puncak kejahatannya pada era Musa (Kej15:16). Secara logika mereka tidak dapat mengalahkan Kanaan karena kontur medan yang berat serta perawakan penduduk Kanaan yang besar-besar.

2. Allah menghendaki umat-Nya menghormati perjanjian (Ula7:1-4). Tetapi karena kurang berhati-hati maka perintah Tuhan dilanggar (Yos9:14-16). Allah melarang umat-Nya bersumpah palsu dan tidak menepati janji. Terpaksa Yosua menghukum orang Gibeon dengan menjadikan mereka budak. Orang Gibeon rupanya bertobat. Dalam pertobatan mereka, Tuhan mengampuni dan memulihkan mereka, mereka menjadi tukang timba air dan melayani para pelayan Tuhan. Ketika Gibeon diserang raja-raja Kanaan yang menolak bertobat, maka mereka meminta pertolongan Tuhan. Dan Tuhan memberikan mujizat kepada Yosua. Restu Tuhan terlihat dalam peristiwa tersebut. Ratusan tahun kemudian, Raja Saul melanggar perjanjian tersebut dengan penduduk Gibeon, sehingga ia dihukum (2 Sam21:1-6). Orang-orang Gibeon mengharapkan Hukum Tuhan ditegakkan (Bil35:30-34).Kisah itu bukan karena Tuhan kejam, tetapi justru menunjukkan keadilan Tuhan ditegakkan.Berdoa dahulu meminta pimpinan Tuhan sebelum membuat komitmen. Saat era Yosua, bertanya kepada Tuhan caranya menggunakan urim dan tumim. Era sekarang perlu berkonsultasi dengan hamba Tuhan yang teruji baik kehidupannya. Bagaimana caranya: A. Berdoa dahulu meminta pimpinan Tuhan sebelum membuat komitmen. Saat era Yosua, bertanya kepada Tuhan caranya menggunakan urim dan tumim. Era sekarang perlu berkonsultasi dengan hamba Tuhan yang teruji baik kehidupannya. Berdoa, bila perlu berpuasa. B. Pikirkan dahulu secara matang sebelum mengucapkan janji. C. Renungkan firman Tuhan dan taati dengan sungguh sebagai pedoman membuat keputusan/perjanjian. D. Tepati janji yang telah kita ucapkan (Pkh. 5:6). Jangan kompromi terhadap dosa! Tindakan Allah memerintahkan pemusnahan total kepada penduduk Kanaan sebenarnya serupa dengan tindakan Allah ketika memusnahkan bumi dengan air bah, dan ketika memusnahkan Sodom dan  Gomora. Bahkan di detik terakhir sebelum benar-benar melaksanakan hukuman, malaikat Allah memberi kesempatan terakhir pada penduduk Sodom meskipun tetap ditolak (Kej19:9). Di dalam pertempurannya dengan 6 kota ini, Yosua menumpas habis kota dan segala mahluk yang ada di dalamnya, tidak dibiarkannya seorangpun lolos. Hal ini memberi petunjuk bagi kita bahwa Allah tidak kompromi terhadap dosa. Konsep tanah perjanjian Allah benar-benar bebas dari dosa sehingga semua hal yang berbau dosa harus ditumpas habis. Perjanjian Allah kepada bangsa Israel merupakan perjanjian bersyaratyang mengandung unsur timbal balik. Bangsa Israel sebagai pihak yang akan menerima janji itu juga memiliki peran yang harus dilakukannya. Bahkan Allah langsung yang memerintah Yosua berperang untuk menumpas bangsa-bangsa yang menduduki tanah Kanaan. Bangsa Israel ternyata harus berupaya juga sekuat tenaga untuk merebut tanah yang dijanjikan. Ketika terjadi kerjasama yang baik antara Allah dan manusia, yaitu Allah memberi perintah dan manusia mengerjakannya maka disanalah janji Tuhan tergenapi. Manusia yang hidup dalam rencana Tuhan dan melakukannya dalam hidup sehariannya akan mengalami kemenangan demi kemenangan. Amin!

25
Agu 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
18
Agu 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
11
Agu 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Agu 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jul 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.