Ringkasan Khotbah

10
Sep 2017
Matius 9:35-38
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Arti kata "upsize" menurut Kamus Cambridge: (1). To change to something larger or greater: (2). To make a company or organization larger by increasing the number of people working for it. Kita fokus pada makna kedua, yaitu memperbesar sebuah organisasi dengan cara meningkatkan jumlah orang-orang yang bekerja untuk tujuan tersebut. Makna tersebut cocok dengan perintah Tuhan untuk memuridkan dan mencetak pemimpin serta pekerja. Agar dapat menghasilkan tuaian yang besar perlu banyak pekerja. Upsize juga dapat berarti Tuhan mempercayai kita untuk memelihara lebih banyak orang, mengerjakan lebih banyak pelayanan, memberi dampak yang lebih besar pada masyarakat.

       Namun semua itu bukandikerjakan dengan cara menambah jenis pelayanan yang kita kerjakan, sebab hal itu justru dapat membuat kita melakukan terlalu banyak pekerjaan dan menyebabkan kita kehilangan fokus dalam pelayanan, dan akhirnya justru dapat menyebabkan kemunduran.Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk menyadari betapa pentingnya mengerjakan pelayanan dengan benar.

Apa yang dapat kita pelajari dari perikop tersebut?

1. Tuhan menghendaki kita mengerjakan pelayanan yang lebih besar. Tuhan Yesus sedang memimpin orang-orang tersebut bersama para murid di sana, tetapi mengapa Ia berkata bahwa orang-orang tersebut lelah dan terlantar dan seperti domba tidak memiliki gembala? Bukankah Sang Gembala Agung ada di sana? Tuhan ingin membuka mata hati para muridnya bahwa ada kenyataan: A. Manusia memerlukan lebih dari sekedar khotbah korporat. Jangan salah memahami, khotbah korporat itu penting dan baik. Tidak semua orang dapat memahami pengajaran dengan baik, tidak semua orang dapat mengerti bagaimana menerapkan Firman Tuhan dalam kehidupan keseharian, perlu adanya orang-orang yang menolong mereka untuk melakukannya. Ada banyak kebutuhan lain yang diperlukan oleh manusia. Roti (kebutuhan jasmani) dan firman (kebutuhan rohani) Mat4:4. Dalam keseharian jemaat juga perlu diajar bagaimana menerapkan firman dalam dunia kerja, rumah tangga, dll.agar mereka dapat memperoleh kesejahteraan utuh. B. Manusia memiliki keterbatasan secara fisik tetapi Tuhan memiliki pekerjaan yang tidak terbatas. Banyak pekerjaan tidak dapat dilakukan hanya oleh 1 orang saja. Kita harus belajar untuk bekerja dengan lebih cerdik, bukan hanya lebih keras. Seringkali orang sibuk tetapi tidak menghasilkan hasil yang maksimal, sebab kesibukannya tidak terfokus. Setiap orang dipercaya sesuai kapasitasnya. Kapasitas fisik memang hanya dapat ditingkatkan hingga titik tertentu yang sangat terbatas, sedangkan waktu untuk bekerja adalah tetap. Satu-satunya hal yang dapat ditingkatkan secara luar biasa adalah kapasitas manajemen (Yoh14:12).

2. Tuhan menghendaki kita meminta dan mempersiapkan para pekerja. Ayat ini mengungkapkan salah satu prinsip rohani Allah sendiri. Sebelum Ia bertindak, biasanya Allah memanggil umat-Nya untuk berdoa. Hanya setelah umat-Nya berdoa barulah Allah melakukan pekerjaan-Nya. Dengan kata lain, Allah membatasi diri-Nya pada doa-doa umat-Nya. Jelaslah dari konteksnya (Mat.9 :35-10:1, 8) bahwa macam pekerja yang diinginkan Yesus dalam kerajaan-Nya adalah mereka yang: (1) mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan (Mat9:35),(2) menyembuhkan orang sakit (Mat9:35; 10:1, 8) dan (3) mengusir roh-roh jahat (Mat10:1,8).

A. Berdoa memohon pertolongan Tuhan untuk mengirimkan pekerja.

B. Melatih dan mempersiapkan para pekerja. Jadi, dalam 4 bulan ke depan inilah fokus yang kita kejar. Jika kita setia, hasilnya adalah upsize, penambahan ukuran pelayanan, penambahan jiwa, dll. (Mat25:21). Tindakan Praktis: (1). Berdoalah bersama-sama jemaat untuk penambahan pekerja. (2). Usahakanlah pelatihan kepemimpinan untuk membangkitkan pelayan-pelayan baru. (3). Kenali kebutuhan khusus masing-masing dan latih orang-orang untuk melakukannya. (4).Menggerakkan jemaat untuk menjadi teladan dan memberitakan kabar baik (Kel18:17-24). Amin!

23
Okt 2017
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
12
Nov 2017
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
15
Okt 2017
Paul G. Caram
8
Okt 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Okt 2017
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Sep 2017
Ps. James Kawiso (Uganda)