Ringkasan Khotbah

3
Sep 2017
Bilangan 31:1-8
Ps. Benny Yulianto, S. Th.

Kitab Bilangan diawali dengan perintah Tuhanuntuk mengadakan sensus penduduk guna mempersiapkan orang-orang muda di atas umur 20 tahun untuk menjadi prajurit perang guna melindungi rakyat Israel dari serangan musuh selama dalam perjalanan di padang gurun (Bil1:2-3). Dari kitab Bilangan ini mengingatkan kepada kita bahwa sebagai orang percaya kita digambarkan sebagai prajurit-prajurit yang setiap saat diperhadapkan dengan peperangan melawan musuh-musuh kita yaitu penghulu dunia yang jahat (Ef6:12). Musuh-musuh inilah yang akan selalu menyerang dan menghancurkan iman kita dengan berbagai tipu muslihatnya sehingga kita harus selalu ekstra waspada.Kita tidak sekedar menjadi orang yang memiliki keyakinan/iman tetapi keyakinan/iman kita harus terbukti dan terpelihara sehingga tidak lepas dari hidup kita (Yak2:17). Kita harus berusaha dengan serius untuk menjaga iman agar tidak gugur di tengah jalan sebab tidaklah mudah untuk mempertahankan iman di tengah-tengah kehidupan yang banyak tantangan (Luk12:24). Perjuangan kita bukan sebuah usaha untuk beroleh selamat tetapi untuk mempertahankan iman yang telah dikaruniakan secara cuma-cuma kepada kita.Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di Roma bahwa mereka adalah orang-orang yang lebih dari orang yang menang karena Kristus. Hal ini harus disadari oleh jemaat bahwa mereka telah dikaruniai jabatan lebih dari orang yang menang sehingga orang yang sungguh-sungguh bertobat, Tuhan Yesus akan selalu dipihak mereka dan tidak ada kuasa manapun yang bisa memisahkan kita dari kasih-Nya (Rm8:37).

Yang harus dimiliki oleh seorang prajurit pemenang:

1. Siap siaga dan berjaga-jaga. Tuhan memerintahkan kepada Musa untuk mempersiapkan umat Israel melawan orang Midian dengan setiap suku menyiapkan seribu orang jadi semua berjumlah duabelas ribu orang untuk siap berperang.Tidak ada seorang prajurit yang santai tetapi harus selalu siap sedia dan berjaga-jaga saat kapanpun ada panggilan darurat sebab tidak diketahui kapan datangnya serangan musuh (1 Pet5:8).Seorang prajurit harus memiliki keyakinan akan kekuatannya sehingga tidak takut melihat kekuatan musuh.Sebaliknya seorang prajurit tidak boleh mengabaikan musuhnya artinya tidak boleh lengah.

2. Terlatih dan memiliki persenjataan lengkap (ay. 3-5). Kelengkapan dan keterampilan dalam menggunakan senjata harus dimiliki oleh seorang prajurit (Ef. 6:10-11). Sebagai seorang prajurit harus mahir dalam menggunakan seluruh perlengkapan senjata yang dipergunakannya.Berikat pinggang kebenaran, kebenaran harus terikat kuat agar tidak mudah digoyahkan.Berbajuzirahkan keadilan, mengenakan keadilan Kristus agar tidak mudah tertuduh oleh si penuduh yaitu iblis.Berkasutkan kerelaan memberitakan injil, kerelaan memberitakan injil menjadikan kita teguh dalam iman.Menggunakan perisai iman, yang menjadikan kita tidak mudah goyah ketika iblis memanahkan api penyesatan.Ketopong keselamatan, yang melindungi pikiran kita dari tipu muslihat iblis. Pedang Roh yaitu Firman, yang akan menghancurkan setiap perkataan iblis yang melemahkan dan memperdayai kita.

3. Memiliki pandangan yang fokus. Dalam sebuah perjuangan tentu tidak berada dalam keadaan yang nyaman tetapi diperhadapkan penuh dengan tantangan dan penderitaan maka dibutuhkan fokus dan tidak mudah terpengaruh dengan yang ada di sekitarnya (2 Tim2:3-4). Sebagian orang Kristen mengarahkan pandangannya kepada dunia dan menomer duakan Kerajaan Allah, tentu hal ini tidak berkenan kepada komandannya (Mat6:33).Firman Tuhan mengajar kita untuk mengubah cara berpikir kita yang duniawi menjadi sorgawi agar hati kita tidak terikat di dunia melainkan terikat di sorga (Tit2:12-13).Kita harus fokus pada panggilan Kristus dan berlari sampai tujuan. Amin!

23
Okt 2017
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
12
Nov 2017
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
15
Okt 2017
Paul G. Caram
8
Okt 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Okt 2017
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Sep 2017
Ps. James Kawiso (Uganda)