Ringkasan Khotbah

20
Agu 2017
Bilangan 17:1-5
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Bangsa Israelmelawan Tuhan di Tabera dan dihukum dengan api Tuhan, peristiwa burung puyuh, pemberontakan Miryam dan Harun, kedua belas pengintai melemahkan iman bangsa Israel, bangsa itu memberontak melawan perintah untuk maju ke Kanaan, memberontak saat serangan ke bagian selatan suku Amalek, dan rakyat yang mengumpulkan kayu api saat sabat.    

Korah, Datan dan Abiram dihukum karena memberontak melawan otoritas, yaitu Musa dan Harun. Mereka ditelan bumi, sedangkan 250 orang yang membawa ukupan liar musnah terbakar api Tuhan, itu menjadi tanda peringatan bagi orang Israel, mereka menjadi takut. Tetapi keesokan harinya ribuan orang memberontak dan menuduh Musa mencelakakan mereka. Tuhan menghukum para pendurhaka itu, sejumlah 14.700 orang. Melihat hal tersebut seharusnya mereka bertobat, namun ada saja yang bersungut-sungut secara sembunyi-sembunyi. Tuhan ingin meredakan hal tersebut dan memerintahkan semua kepala suku memberikan tongkat masing-masing. Tongkat yang dapat bertunas dalam semalam menjadi bukti orang yang dipilih Tuhan untuk memegang jabatan keimaman. Terbukti tongkat Harun bertunas dan bahkan berbuah, menghasilkan buah badam.Mujizat terjadi.

Prinsip yang dapat dipelajari dari firman ini:

1. Para pemimpin yang dipilih Tuhan adalah orang-orang biasa yang tidak sempurna. Masa lalu Musa: Pernah membunuh seorang Mesir, melarikan diri dari Mesir dan bekerja sebagai gembala domba pada Yitro. Masa lalu Harun: Dianggap tidak lebih hebat dari Musa, pernah membuat patung lembu emas yang menyesatkan Israel, bersama Miryam pernah memberontak melawan Musa. Saat Musa diutus ke Mesir Tuhan memakai tongkatnya untuk melakukan mujizat, saat Tuhan membela pilihan-Nya atas Harun maka Tuhan memakai tongkatnya untuk melakukan mujizat. Korah, Datan dan Abiram merasa diri lebih tinggi dan hebat daripada Musa. Beberapa alasan mengapa orang dapat merasa diri lebih hebat dibandingkan otoritas? (a). Terpaku pada kelebihan pribadi dan kelemahan/kesalahan orang lain. (b). Adanya bias senioritas, tingkat pendidikan, harta dan jabatan. (c). Ambisi untuk menjadi berkuasa. (d). Haus akan pengakuan, dll. Tidak ada seorang manusiapun yang sempurna kecuali Tuhan Yesus dalam kemanusiaan-Nya. Kelebihan kita sekaligus dapat menjadi kekurangan kita. Jadi saat kita terlalu kagum dengan kelebihan kita dan terpaku pada kelemahan/kesalahan orang lain kita dapat terjerumus dalam sikap kurang menghargai otoritas yang Tuhan tetapkan. Contoh: Kisah Sarai dan Abram. Awalnya Sarai kurang menghormati Abram, suaminya, karena kesalahan Abram sendiri. Namun ketika Tuhan mendidik mereka, Abram dirubah menjadi Abraham, Sarai diubah menjadai Sarah, maka Sara menyebut suaminya dengan sebutan “tuanku” (Kej. 12:11-13; 1 Pet. 3:5-6). Ada banyak tokoh Alkitab yang sebenarnya memiliki kelemahan, meskipun ada juga yang memiliki kehidupan yang baik, dan mereka adalah nabi-nabi Tuhan. Semuanya adalah manusia biasa. Ketika Tuhan memperkenalkan Diri-Nya sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub, maka sebutan itu berarti Dia adalah Allah yang sanggup mengubahkan hidup orang (Kel. 3:15). Jangan melabel orang dengan label buruk.Ingat bahwa manusia bisa berubah.Rasul Barnabas memulihkan Markus dalam pelayanannya. Markus yang pernah ditolak Rasul Paulus dalam pelayanan karena pernah meninggalkan pelayanan, nantinya diurapi Tuhan untuk menuliskan Injil Markus, ia mendirikan gereja koptik ortodoks di Mesir dan menjadi martir Kristus! Paulus akhirnya menyadari bahwa pelayanan Markus penting baginya (2 Tim. 4:11; Rm. 2:1).  Lihat potensiorang untuk berubah, jangan hanya melihat kenyataan.Daud adalah manusia, demikian pula Elia, Elisa, dan banyak hamba Tuhan yang lain. Allah melihat potensimereka, dan membentuk mereka dengan luar biasa. Intinya: Posisi pemimpin yang harus dihormati tidak meniadakan tanggung jawabnya untuk memimpin dengan benar. Seorang pemimpin harus memimpin dengan teladan. Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan mendidik hamba-hamba pilihan-Nya untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

2. Kurangnya penghargaan terhadap otoritas diperhitungkan sebagai tindakan tidak menghormati Tuhan. Tuhan telah memilih baik Musa dan Harun untuk memegang tugas kepemimpinan. Miryam dan Harun pernah memberontak melawan Musa, dan keduanya pernah dihukum oleh Tuhan. Miryam kena kusta dan dikucilkan 7 hari, Harun mendapat teguran keras. Tindakan mereka diperhitungkan sebagai pemberontakan melawan otoritas Tuhan. Demikian pula tindakan Korah, Datan dan Abiram serta ribuan orang Israel yang memberontak diperhitungkan sebagai pemberontakan melawan Tuhan. Tuhan telah memilih suku Lewi untuk menjalankan ritual Taurat, siapapun tidak berhak mempertanyakan atau memprotesnya dan bahkan menganggap diri sendiri layak untuk melakukan tugas yang Allah tentukan. Supaya pemberontakan tidak terulang maka tongkat Harun yang berbunga diletakkan di depan Tabut Perjanjian. Tongkat Harun yang berbunga mengingatkan rakyat betapa mereka telah melawan Tuhan, mereka ingat bagaimana Tuhan melakukan mujizat melalui tongkat Musa. Seperti Firaun yang menghadapi mujizat melalui tongkat Musa, berkeras hati dan dihancurkan Tuhan, maka saat itu orang Israel menghadapi tongkat Harun yang berbunga, mereka sedang menghadapi Allah sendiri yang melakukan mujizat tersebut. Tongkat Harun berbunga dan berbuah hanya dalam waktu satu malam. Rakyat Israel tersentak dan sadar bahwa mereka telah terlalu berani mendekat ke Kemah Suci, mereka sadar bahwa murka Allah mengancam jika mereka tidak bertobat. Tongkat Harun bertunas, mengeluarkan kuntum, berbunga lalu berbuahkan buah Badam (Shaqed) yang berasal dari kata (Shaqad) yang berarti berjaga-jaga, bangkit, bersiaga, memperhatikan. Jadi artinya adalah Tuhan memperhatikan semua tindakan mereka, dan bersiaga untuk menjaga agar rencana-Nya tidak gagal, siapapun ynag melawan rencana Allah, seperti halnya Firaun, akan dihancurkan (Ibr13:17).

3. Umat Tuhan harus menghormati orang-orang yang dipilih oleh Tuhan menjadi otoritas atas mereka.Kita perlu belajar menghormati otoritas yang telah Tuhan tentukan, sesuai dengan jabatan masing-masing serta mendukung mereka agar pekerjaan Tuhan maju dan banyak jiwa diselamatkan. Secara sederhana siapa saja yang ditentukan Tuhan duduk dalam otoritas? A. Orang tua. B. Suami.  C. Pemimpin bangsa. D. Pemimpin rohani, dll. Umat Tuhan harus mematuhi otoritas selama perintah yang diberikan tidak melanggar firman Tuhan. Contoh: Petrus dan rasul-rasul lain dipaksa oleh mahkamah agama untuk memberitakan Injil Tuhan Yesus (Kis5:29). Hati-hati menafsirkan ayat ini, sebab seringkali yang terjadi adalah orang-orang justru berpikir diri mereka yang benar lalu memberontak melawan Allah.Bahayanya adalah ketika orang merasa dirinya benar, tanpa sadar mereka justru melawan otoritas. Mahkamah Agama tersebut diperingatkan oleh Gamaliel (Kis. 5:38-40). Menghormati artinya memiliki sikap hati yang baik kepada otoritas, bukan hanyatindakan luar saja. Tidak berarti harus selalu tunduk kepada perintah. Jika perintah yang diberikan melawan kehendak Allah, jelas boleh tidak tunduk, namun sikap hati harus tetap menghargai.Contoh: menghargai orang tua meskipun mereka tidak sempurna, menghargai suami meskipun gaji lebih kecil dan memiliki kelemahan. Amin!

23
Okt 2017
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
12
Nov 2017
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
15
Okt 2017
Paul G. Caram
8
Okt 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Okt 2017
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Sep 2017
Ps. James Kawiso (Uganda)