Ringkasan Khotbah

6
Agu 2017
Bilangan 1; 1 Tawarikh 21
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.

Dalam 1Taw. 21 ini diceriterakan tentang bagaimana iblis membujuk raja Daud untuk melakukan perhitungan jumlah bangsa Israel (sensus penduduk), dengan tujuan guna mengetahui kekuatan bangsa Israel. Yoab menjalanlan perintah raja itu dengan sangat terpaksa dan sebenarnya itu semua jahat di mata Tuhan. Mengapa yang dilakukan Daud itu jahat di mata Tuhan? Karena perhitungan jumlah penduduk (sensus penduduk) tidak diperintahkan Tuhan. Daud melakukannya oleh karena keinginannya sendiri, dan pada akhirnya justru mengakibatkan penderitaan bangsa Israel itu sendiri. Jadi ada sebuah pemahaman disini adalah bahwa Daud tidak mengandalkan Tuhan, tapi lebih mengandalkan kekuatannya sendiri. Berbeda dengan kasus dalam Bil. 1, dimana justru Tuhan yang berfirman kepada Musa dan memerintahkan supaya dilakukan sensus penduduk itu. Jadi Musa melakukan perhitungan jumlah penduduk oleh karena keinginan Tuhan sendiri, bukan kemauan Musa sendiri.

        Jadi dapat disimpulkan bahwa sensus penduduk dalam kitab Bilangan adalah memang disuruh Tuhan, sedangkan dalam 1 Tawarikh Tuhan tidak menyuruh melakukan sensus penduduk itu. Musa dalam kitab Bilangan taat dan mengandalkan suara Tuhan, sedangkan Daud dalam kitab 1 Tawarikh tidak mendengar suara Tuhan dan tidak mengandalkan Tuhan.

        Bagaimana suara Tuhan kita dapat tanggapi dan bagaimana suara Tuhan dapat menjadi dasar hidup, pekerjaan dan pelayanan kita, itu ditentukan dari bagaimana cara Tuhan itu berbicara, yaitu (1). Melalui mimpi,(2). Mediator (utusan Allah), (3). Hati manusia, (4). Telinga (mendengar seperti Samuel), (5). Visi (penglihatan), (6). Kitab Suci (rhema). Tuhan lebih rindu berbicara kepada kita daripada kita berbicara kepada Tuhan

Cara mendengar suara Tuhan?

1. Memiliki gairah Tuhan. Semangat atau gairah untuk mendengar suara Tuhan. Maria Magdalena memiliki kerinduan yang sangat besar terhadap Tuhan Yesus (Yoh. 29:1). Gairah yang besar atau kerinduan yang besar untuk mendengar suara Tuhan, kita pasti bisa mendengar suara Tuhan. Bahkan gairah itu bisa menghasilkan "penglihatan" (ay. 11-17).

2. Jaga hati dan pikiran tetap positif (Ams. 4:13; Rm. 12:2). Hati dan pikiran harus dijaga benar.

Kapan kita bisa mendengar? Kapan saja dan dimana saja serta tidak tergantung manusia. Apa tanda-tanda suara Tuhan (bagi pemula)? Pertama, Ada damai sejatera. Kedua, jelas tapi tidak detail. Ketiga, Jantung detak kencang. Keempat, hati yakin, tapi pikiran ragu. Amin!

23
Okt 2017
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
12
Nov 2017
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
15
Okt 2017
Paul G. Caram
8
Okt 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Okt 2017
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Sep 2017
Ps. James Kawiso (Uganda)