Ringkasan Khotbah

14
Mei 2017
Kejadian 35:15
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Ishak dan Ribka memiliki anak kembar yaitu Esau dan Yakub. Saat lahir Yakub memegang tumit Esau. Itulah sebabnya namanya disebut Yakub yang artinya adalah "heel holder/supplanter", berjuang untuk menembus keluar dengan kekuatannya sendiri. Yakub berasal dari kata aqab yang berarti penipu ulung. Jadi nama itu berarti si penipu ulung, menipu sebagai bentuk usaha mengandalkan kekuatan/akal sendiri untuk mencapai keinginannya. Sejak dalam kandungan (alam bawah sadar), ia adalah orang dengan karakter ingin memperoleh yang ia kehendaki dengan akal/kekuatannya sendiri. Nubuatan mengenai kesulungan jatuh ke tangan Yakub. Esau dan Yakub tumbuh dengan kepribadian yang sangat berbeda: Esau: tidak menghormati Tuhan (memandang rendah pemberian Tuhan = memandang rendah Pribadi Allah). Menikahi 2 perempuan Het berarti jelas melanggar perintah Allah untuk menjalani kehidupan yang dikuduskan/dipisahkan. Yakub: menghargai pemberian Allah, namun tidak sabaran untuk menunggu penggenapannya. Menggunakan akal liciknya untuk mendapatkan yang ia inginkan. Kelicikan Yakub untuk mendapatkan apa yang Iainginkan: A. Memanfaatkan kelemahan Esau untuk mendapat hak kesulungan. B. Menipu Ishak, ayahnya. Akibatnya ia harus melarikan diri ke Mesopotamia, tidak bisa hidup bersama orang tuanya. Di sana Tuhan mendidiknya. Yakub di Betel, Tuhan berfirman kepadanya bahwa ia akan mewarisi berkat Abraham. Yakub berjanji kepada Allah (Kej. 28:20-22).

        Betel (Beit - El: Rumah Allah). Nama yang diberi oleh Yakub sendiri. Ia bekerja pada pamannya, Laban untuk memperoleh Rahel menjadi isterinya, tetapi ia ditipu, ia memperoleh Lea, kakak Rahel. Saat itu ia mengandalkan akalnya sendiri untuk memperoleh Rahel, tentu saja dengan mengabaikan hukum monogami yang dirancang Tuhan. Seorang penipu juga ditipu. Poligami yang dijalaninya membuahkan banyak masalah dalam pernikahannya, ia memiliki 4 isteri. Yakub dicurangi oleh Laban berulang kali dalam hal pemisahan ternak. Tuhan menyuruh Yakub pulang dari Mesopotamia kembali ke Bersyeba kepada Ishak. Yakub mengakali Laban, ia lari dengan segala harta miliknya, tetapi terkejar. Jika tidak Tuhan yang memperingatkan Laban maka celakalah Yakub. Allah mengajar Yakub untuk mengandalkan Tuhan, bukan akalnya sendiri. Dalam perjalanannya bertemu Esau ia bertemu dengan rombongan malaikat Allah. Allah meyakinkan Yakub akan kehadiran dan perlindungan-Nya. Yakub bersiap bertemu dengan Esau, lagi-lagi ia-mengandalkan akalnya. Tindakannya menempatkan anak-anak Bilha, Zilpa, dan Lea di depan rombongan menimbulkan masalah keluarga, ia lebih menghargai anak-anaknya yang lahir dari rahim Rahel. Pergumulan dengan Allah yang mengambil rupa manusia. Disitulah Allah merubah namanya menjadi Israel (Kej. 32:28).

          Allah berulang kali berjanji untuk melindungi dan memberkati Yakub, namun kebiasaannya mengandalkan akal pikirannya sendiri masih kuat. Yakub bertemu Esau, ia diajak pulang bersama oleh Esau, tetapi ia berkata akan pelan-pelan menyusul di belakang Esau. Tetapi kemudian Yakub berbelok ke Sukot karena takut, lagi-lagi ia membohongi Esau. Dari Sukot ia malah tinggal di Sikhem, dan akibatnya terjadilah tragedi dalam keluarganya dalam hal Dina, Simeon, dan Lewi. Allah memerintahkan Yakub kembali ke Betel. Ia memerintahkan Yakub membuat mezbah (artinya: menundukkan diri beribadah kepada Allah dan menepati janji-Nya kepada Allah seperti yang diucapkannya saat berangkat ke Mesopotamia, ia tidak boleh menipu Allah). Yakub dididik Allah, ia harus bertobat dari wataknya sebagai penipu ulung (Kej. 35:1). Yakub diajar untuk kembali ke jalan yang dikehendaki Allah. Yakub harus belajar mengandalkan Allah, bukan akal dan kekuatannya. Disinilah Allah kembali berkata kepada Yakub (Kej. 35:10). Allah pernah berkata sebelumnya ketika Yakub bergumul dengan Teofani (perwujudan Allah) bahwa ia bukan lagi Yakub, mengapa dikatakan lagi kedua kalinya? Karena Yakub belum berubah. Allah sabar dan  mengatakan bahwa dari sekarang. Dari sekarang! Allah memberi kesempatan kedua agar Yakub berubah. Allah tidak pernah menyerah ketika mendidik Yakub. Lalu Allah juga mengingatkan Yakub akan tujuan hidupnya untuk diberkati dan menjadi berkat bagi segala bangsa. Dari sini kita dapat melihat bahwa Yakub menerima berkat dari Allah ketika ia selalu dibawa kembali ke Rumah Allah (Bet - El).

Apa berkat yang diterima Yakub di dalam rumah Allah

1.  Kasih dan penerimaan Allah. Ketika Allah bertemu Yakub, ia belum terbentuk, Ia masih keras kepala dan mengandalkan kekuatannya sendiri. Allah memberi tujuan hidup yang baru. Namun dengan berjalannya waktu, Yakub masih saja terus mengandalkan kekuatannya sendiri. Selama belasan tahun ia masih sama saja. Ada jenis orang yang mudah diajar, mudah berubah, sehingga ia tidak perlu mengalami permasalahan sulit untuk mendidiknya. Tetapi ada juga jenis orang yang perlu dihajar terlebih dahulu dan terbentur-bentur masalah, seperti Yakub, agar bertobat dan berubah. Allah mengasihi  Yakub. Allah memandang Yakub adalah sebagai seorang anak. Kalau Anda melihat seorang anak orang lain yang nakal, mungkin dengan segera Anda berpikir bahwa anak itu mungkin tidak bisa dirubah lagi, masa depannya suram, melabel bahwa anak itu tidak bisa berubah, dll. Namun jika anak itu adalah anak Anda sendiri, tentu Anda akan memiliki harapan bahwa anak itu bisa berubah. Anda akan lebih "bermurah hati" untuk sabar menanti anak itu berubah, bahkan meskipun orang lain melabel dia sebagai anak yang tidak berguna sekalipun. Allah melihat Yakub sebagai seorang anak yang sedang didalam proses didewasakan. Meski Yakub berulang kali gagal namun Allah tetap tidak menyerah mendidiknya, itulah hati seorang Bapa. Allah memandang kita juga demikian. Namun masalahnya seringkali orang tidak dapat memandang saudara seimannya secara demikian, itu menyebabkan munculnya permusuhan, kebencian, dan kepahitan di dalam gereja. Orang percaya yang merasa dirinya lebih baik dari yang lain melabel saudara seimannya sebagai "jelek", atau "jahat",atau "tidak bermutu", dll. Dan yang parah adalah label "kafir". Yesus melarang umat-Nya melabel saudaranya sebagai orang kafir (Mat. 5:22). Mengapa demikian? Sederhana saja, karena orang yang demikian tidak memiliki kasih Allah dalam dirinya. Hanya Allah yang memiliki hak mutlak untuk menyatakan mana yang kafir dan tidak. Tidak ada semangat persaudaraan dalam hatinya. Lalu bagaimana cara kita memandang saudara seiman kita yang memiliki kelemahan dalam berbagai macam hal? Para rasul memberitahu jemaat ketika bertemu dengan orang yang sulit berubah sebagai orang yang tidak mengenal Allah/pemungut cukai (orang yang berdosa), yang perlu diajar lagi, bukan kafir (Mat. 18:17).

2. Didikan Allah.Yakub dididik Allah karena Allah mengasihi dia. Salah satu bentuk kasih adalah didikan (Ibr. 12:6-11). Tuhan tidak senang membuat kita susah, jika kita memang mudah dididik maka tidak perlu dihajar. Tetapi anehnya ada tipe orang yang bahkan dihajar sekalipun tidak mudah berubah. Barulah ketika sudah mentok maka ia berubah. Tidak perlu merendahkan orang yang demikian, sebab perubahan itu juga soal waktu. Mungkin orang tersebut perlu waktu yang lebih lama untuk berubah. Ada yang cepat mengerti tetapi ada yang lambat mengerti. Apakah ada orang yang sudah sempurna sehingga tidak perlu dididik? Tidak ada. Contoh: Yusuf yang sudah baik sejak masa kecilnya juga dididik untuk mempersiapkannya mengemban tugas memimpin dunia pada masanya. Semua perlu dipersiapkan oleh Allah. Jadi, kalau hidup kita sebenarnya sudah secara umum baik, tetapi masih mengalami banyak pergumulan, itu berarti allah mengizinkannya untuk menjadikan kita kuat dan dapat dipercaya untuk mengelola berkat yang lebih besar.

3. Menjadi Ahli Waris Allah.Allah mendidik Yakub agar dapat mewarisi janji-janji Tuhan dan berkat Tuhan yang luar biasa (Luk. 10:19). Adam gagal menginjak ular, tetapi orang percaya dipulihkan kuasanya, sehingga berhasil mengalahkan roh-roh jahat yang digambarkan berbahaya seperti ular dan kalajengking (Kis. 3:6; 2 Kor. 10:4). Belum lagi, Tuhan menjanjikan tubuh kemuliaan, memerintah bersama Allah untuk selama-lamanya. Mari kita melihat nilai/value Kerajaan Allah. Jika bagian yang diberikan Tuhan kepada kita demikian besar, jangan tukarkan dengan yang lain. Amin!

23
Apr 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
13
Mei 2018
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
22
Apr 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
15
Apr 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
8
Apr 2018
Ps. Suhardi (Abbalove)
1
Apr 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.