Ringkasan Khotbah

17
Jan 2016
Yesaya 63:1-19
Ps. Benny Yulianto, S. Th.

Dalam pasal ini Allah menyatakan diri sebagai seorang pahlawan yang datang dari Edom, di kota Bozra yang telah dikalahkan-Nya, dan datang dengan pakaian yang berlumuran darah dari para musun-musuhnya. Edom dengan ibukotanya Bozra digambarkan sebagai musuh Allah. Edom lebih dipandang sebagai pelopor segala musuh Yerusalem dengan kekuatan yang besar (Yes. 34:5, 1 Raja 11:14-16). Janji Allah kepada umat-Nya adalah bahwa Ia akan menghancurkan dan menginjak-injak dengan amarah-Nya kepada musuh-musuh yang menganiaya umat-Nya. Allah tidak akan berdiam diri dan akan melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya seperti seorang yang sedang mengirik anggur. Dialah Allah yang turun tangan sendiri dan menaruh Roh Kudus-Nya untuk membebaskan dan menyelamatkan umat-Nya dengan kasih setia-Nya. Dalam perjalanannya, Allah yang menuntun dan menyertai mereka ke tempat perhentian. Hal ini menyadarkan umat-Nya bahwa tanpa Tuhan mereka tidak memiliki kekuatan untuk dapat bebas dari musuh-musuhnya.

Prinsip rohani yang kita dapatkan adalah:

1. Tuhan sendiri penyelamat dan pembebas umat-Nya (ay. 1-6). Penyelamatan dan pembebasan dilakukan-Nya dengan penuh pengorbanan, ditandai baju yang penuh dengan percikan darah para musuh-Nya. Tuhan sudah menetapkan hari pembalasan bagi musuh-musuh-Nya. Hal ini mendasari keyakinan kita bahwa janji Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita. Penggenapan keselamatan dan penebusan digenapi dalam Krsitus Yesus yang telah mengorbankan darah-Nya untuk kita (Rom. 3:25). Bersyukurlah kalau kita memiliki Allah yang setia menggenapi janji-Nya sehingga kita menerima keselamatan dan hidup kekal. Apa pun persoalan yang sedang kita hadapi percayalah bahwa Tuhan sanggup menolong kita dan percayalah bahwa Tuhan punya waktu sendiri untuk menolong kita (Pkh. 3:11).

2. Tuhan sendiri penjaga dan pelindung umat-Nya (ay. 7-14). Ayat-ayat ini merupakan sebuah perenungan dan pujian akan apa yang telah dilakukan oleh Allah kepada umat yang dikasihi-Nya. Setelah penyelamatan dan penebusan, maka tidak dibiarkan-Nya umat berjalan sendiri. Dengan penuh kasih sayang Allah menyertai dengan penjagaan dan perlindungan sesuai dengan kasih setia-Nya. Meski dalam pengalamannya umat tidak selalu kedapatan setia tetapi sebaliknya mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya, sehingga ada masa-masa mereka mengalami murka Tuhan. Namun dengan kesetiaan-Nya, Tuhan tetap menuntun langkah mereka menuju tempat perhentian. Pelajaran bagi kita bahwa ketika kita telah menerima penebusan dan menjadi orang-orang percaya kadang kita seringkali masih melakukan hal-hal yang berdosa dan hal itu dapat mendukakan Roh Kudus. Sebagai orang percaya kita perlu selalu merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan supaya kita tidak mudah untuk melakukan dosa yang dapat mendukakan Roh Kudus (Ef. 4:30). Meskipun kita hidup di dalam kasih karunia bukan berarti kita bebas berbuat dosa tetapi justru kita akan menjahui dosa (Rom. 6:15). Orang-orang percaya selalu dijagai dan dilindungi oleh Roh Kudus dari musuh-musuhnya. Oleh sebab itu kita harus selalu tinggal di dalam Roh Kudus dan bersedia hidup dipimpin-Nya dan kita akan dibawa sampai ke tempat perhentia-Nya (Gal. 5:25). Apa yang dilakukan oleh orang percaya jika mereka berdosa? Bertobat minta ampun dan berbalik kepada Tuhan yang setia mengampuni kita (1 Yoh. 1:9). Marilah kita selalu menyadari bahwa kita sudah menjadi anak-anak Allah yang telah ditebus dan berhak mewarisi janji-janji-Nya.

3. Tuhan sendiri yang menjadi andalan umat-Nya (ay. 15-19). Merupakan doa yang dilandasi dengan sebuah kesadaran akan kebergantungan umat kepada Tuhan. Mereka menyadari bahwa hidupnya tidak bisa jauh dari Tuhan. Namun mereka merasa seakan-akan hidupnya dibiarkan dan ditinggalkan Tuhan dan membiarkan musuh menghina tempat kudus Tuhan. Seakan-akan Tuhan tidak pernah memerintah atas hidup mereka (ay. 7-19). Pengertian yang salah akan Tuhan ini wajar karena kemampuan manusia untuk memahami pikiran Tuhan sangat terbatas. Setiap orang yang tidak pernah mengerti isi hati Tuhan, ketika sedang berada dalam persoalan, mereka cenderung akan menyalahkan Tuhan (Maz. 139:17). Oleh sebab itu penting bagi kita untuk mengerti isi hati Tuhan sehingga kita dapat memahami jalan pikiran Tuhan. Alkitab berisi tentang kehendak dan jalan pikiran Tuhan. Oleh sebab itu orang percaya yang sukses adalah orang percaya yang mampu mengenali jalan pikiran Tuhan (Rom. 11:33). Dalam keadaan apa pun pada akhirnya kita akan berharap pada pertolongan Tuhan karena tidak ada yang dapat kita andalkan di luar Tuhan (Hab. 3:17-19). Tak ada gunanya bermegah dalam kekayaan dan kemampuan diri sendiri yang pada akhirnya semua itu tidak akan dapat diandalkan. Perlu kita sadari bahwa kesalahan kita di hadapan Tuhan menyebabkan kita kehilangan hubungan dengan Tuhan sehingga kita kehilangan berkat (Yes. 59:1-2). Marilah kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan agar tidak merasa ditinggalkan dan belajar berharap hanya kepada Yesus Kristus saja, sebab janji-Nya "ya dan amin". Jangan pernah berpaling dari Tuhan agar hidup kita selalu ada dalam kehendak dan rencana-Nya. Amin!

22
Jan 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
14
Jan 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jan 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
31
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
24
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.