Ringkasan Khotbah

3
Mei 2015
Mazmur 4:9
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Istilah "mazmur" dalam bahasa Ibrani: "tehilim" dan bahasa Yunani: "psalmoi". Kitab Mazmur ditulis oleh banyak orang dalam rentang waktu yang sangat luas, yaitu ditulis oleh Musa, Daud, Asaf, Bani Korah, Salomo, Hema, dan hingga abad 5 SM, tetapi sebagian besar ditulis sekitar abad 10 SM yaitu pada masa keemasan puisi Israel. Kitab Mazmur juga dibukukan secara lengkap oleh banyak orang, seperti Raja Daud, Raja Hizkia, dan lain-lain, serta yang terakhir dikumpulkan oleh Imam Ezra dan juga Nehemia. Isinya adalah lagu-lagu yang merupakan puji-pujian kepada Tuhan, pernyataan iman, curahan isi hati, nubuatan tentang Juruselamat serta masa depan, dan nasehat. Kitab Mazmur dikutip oleh para penulis Perjanjian Baru sebanyak 186 kali, jauh lebih banyak daripada kitab Perjanjian Lama lainnya. Jelaslah bahwa mazmur-mazmur begitu meresap dalam hati Tuhan Yesus, serta penulis kitab-kitab dalam Perjanjian Baru. Roh Kudus sering memakai Mazmur di dalam ajaran Tuhan Yesus dan ayat-ayat lain di mana Tuhan Yesus menggenapi Alkitab sebagai Juruselamat yang dinubuatkan. Kitab Mazmur sangat penting bagi umat Tuhan.

Ketika kita memperhatikan keadaan dunia ini, ada beberapa hal yang menarik, yaitu: (1) Semakin banyak orang kesulitan untuk tidur nyenyak tanpa obat-obat penenang/obat tidur. (2) Beberapa orang menawarkan tempat tidur mahal yang katanya dapat membuat tidur lebih nyenyak, tapi nyatanya tidak. Anda dapat membeli tempat tidur yang mahal, tetapi tidak dapat membeli ketenangan hati. (3) Banyak orang mencari ketenangan jiwa dari masalah kehidupan serta stress dengan cara yang salah, seperti narkoba, pergaulan bebas, dan mencari pemuasan keinginan diri dari hal-hal yang berdosa. Mereka kira kegelisahan hati dapat hilang dengan hal-hal tersebut. Kesimpulannya adalah ketenangan hati serta tidur yang nyenyak memang semakin jarang ditemukan dalam dunia modern. Mengapa manusia dapat kehilangan ketenangan dan sulit untuk tidur nyenyak? Penyakit, masalah-masalah yang terjadi dalam diri sendiri, kekuatiran, rasa bersalah dan ketakutan (sadar telah berdosa kepada Tuhan dan menyakiti orang lain), rasa tertekan, marah, tidak terima, kecewa, dan ingin membalas, atau nafsu/keinginan yang memperbudak. Bisa juga karena masalah-masalah yang terjadi dari luar diri sendiri (diperlakukan tidak adil, difitnah, dihina, masalah-masalah dalam keluarga, kesehatan, dan hubungan). Semua hal tersebut menyebabkan manusia kehilangan damai sejahtera, ketenangan dalam hati, dan bahkan sulit untuk tidur nyenyak. Pada akhirnya menimbulkan akibat-akibat lain yang lebih buruk. Dari Kitab Mazmur pasal 4, kita akan belajar dari Raja Daud bagaimana agar dapat memiliki ketenangan jiwa dan tidur nyenyak tanpa obat.

Mazmur 4 ini ditulis oleh Raja Daud, ketika ia sedang meminta orang-orang yang memusuhinya untuk mempertimbangkan kembali dukungan yang mereka berikan kepada Absalom, yang memberontak melawan Raja Daud, ayahnya sendiri. Ada beberapa pandangan yang mengatakan bahwa Mazmur ini digubah oleh Daud ketika ia berdoa memohon pertolongan Tuhan ketika sedang berada di dalam masalah yang berat, tetapi kemungkinan besar Mazmur ini merupakan kelanjutan dari Mazmur pasal 3, dan kemudian dilanjutkan dengan Mazmur pasal 5 dan dinyanyikan dengan iringan alat musik petik, kecapi. Dalam 2 Sam 15:30, dikisahkan keadaan Daud yang telah disakiti anak kandungnya sendiri (Absalom merebut kekuasaan dan memperkosa gundik-gundiknya di hadapan rakyat), dikhianati sahabatnya (Ahitofel yang sakit hati karena masalah Batsyeba), dan dalam pelarian serta mengalami sangat banyak kesulitan, dihina, dipermalukan, dikejar-kejar untuk dibunuh. Di tengah keadaan itulah, Daud bertobat serta berdoa kepada Tuhan, ia menggubah lagu/mazmur ini.Namun uniknya, seperti di Mazmur pasal 3, Daud berkata beberapa kali bahwa ia tetap memiliki rasa tenang/damai sejahtera dan bahkan dapat tidur dengan nyenyak (Maz. 3:6).

Bagaimana Daud dapat memiliki rasa tenang meskipun ia berada dalam masalah yang sangat berat dan tetap dapat tidur dengan nyenyak pada malam harinya?

1. Berdoa memohon pertolongan Tuhan dan berserah penuh (Ayat 2-5). Daud sadar betul bahwa apa yang ia alami merupakan salah satu akibat yang terjadi karena dosa di masa lalu. Daud pernah membiarkan dirinya dikuasai nafsu seksual dan merebut pasangan orang lain. Ia memperkosa Batsyeba, isteri Uria, salah satu perwira yang sangat setia kepadanya, lalu ia membunuh Uria. Dosa seksual ini merasuk kepada Amnon, anaknya, sehingga memperkosa adik kandungnya sendiri! Daud sadar ia telah kehilangan wibawa untuk memimpin anak-anaknya. Namun ia berdoa memohon pertolongan Tuhan dan berserah penuh (2 Sam. 16:12-13). Di dalam kehidupan ini, kita dapat mengalahkan rasa kuatir, takut, bimbang, cemas, ketika kita berserah kepada Tuhan. Apa yang kita doakan tidak selalu dijawab dengan jawaban ‘ya’ oleh Tuhan, kadang Tuhan memberikan sesuatu yang lain, yang lebih baik daripada apa yang kita pikirkan dan doakan. Jadi jika hari-hari ini Anda mengalami pergumulan apapun, berdoalah memohon pertolongan Tuhan dan berserah penuh. Jika memang yang kita minta dan rencanakan adalah yang terbaik, Tuhan pasti memberikannya, jika tidak maka Ia pasti memberikan yang lebih baik. Berdoalah sebelum Anda pergi tidur, belajarlah menyerahkan semua kegelisahan, ketakutan, kekekuatiran, ketakutan Anda kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan mengasihi dan peduli kepada kita. Hal tersebut berarti bahwa Anda sedang mengandalkan Tuhan! (Ibr. 4:15-16).

2. Hidup dalam pertobatan dan ketaatan pada Firman Tuhan (Ayat 6). Daud bukanlah manusia yang tidak pernah berbuat dosa. Ciri khas Daud adalah hatinya yang bertobat sungguh-sungguh. Dalam Perjanjian Lama, pertobatan memerlukan persembahan korban. Tetapi persembahan korban harus dilakukan dengan sikap hati yang benar, yaitu pertobatan dan penundukan diri dari hati yang kemudian terwujud dalam perubahan hidup (Yes. 1:10-20). Bertobat berarti berpaling dari dosa, tidak lagi melakukan hal-hal yang salah, serta meninggalkan hal-hal yang menyebabkan/menggoda kita untuk berbuat dosa. Kita harus mengenali apa penyebab kegelisahan serta kegundahan hati kita. Jika memang ada dosa yang harus dibereskan, maka kita perlu segera membereskannya. Hanya pertobatan yang sungguh-sungguh yang dapat memulihkan perasaan bersalah yang merusak ketenangan hati kita. Mulailah dengan memohon ampun kepada Tuhan, bangun hubungan yang benar dengan Tuhan melalui pertobatan yang sungguh, selanjutnya lakukanlah hal yang perlu untuk memperbaiki kesalahan yang kita lakukan kepada orang lain. Maka damai sejahtera akan kembali dan hati kita akan tenang.

3. Melakukan bagian kita dengan setia (Ayat 7-9). Bukan hanya "pergi tidur" saja, tetapi melakukan hal-hal yang menjadi bagian kita dengan setia. Tidur nyenyak adalah akibat dari semuanya itu, tetapi jalan keluar harus tetap dijalani dengan setia. Tuhan menunjukkan jalan, tetapi Anda harus melangkah dengan setia. Daud tetap melakukan hal yang perlu ia lakukan dengan setia. Ia melarikan diri untuk menghindari peperangan frontal, ia tidak membalas dengan kejahatan, ia membela diri seperlunya. Daud memberi perintah yang sangat bijaksana kepada pasukannya, bukan untuk membinasakan musuhnya, melainkan tindakan pembelaan diri (2 Sam. 18:5). Jika Anda menyakiti perasaan dan harga diri seseorang, datang dan minta maaf, jangan menyakiti lagi, usahakan sekuat tenaga. Jika Anda menghadapi tantangan finansial, maka teruslah bekerja dengan giat sambil berdoa memohon pertolongan Tuhan. Jika Anda sombong, belajarlah rendah hati. Kadang masalah hidup dapat terasa demikian berat karena kitalah yang membuatnya rumit! Semua itu terjadi karena gengsi! Setialah pada jalan Tuhan! Jangan mengandalkan pikiranmu sendiri! Amin!

23
Apr 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
13
Mei 2018
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
22
Apr 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
15
Apr 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
8
Apr 2018
Ps. Suhardi (Abbalove)
1
Apr 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.